Metode Prana, Rahasia Sehat Pelukis Kaleng Khong Guan di Usia 70

Posted on

Sekarang, hari-harinya dihabiskan untuk mengajarkan pengobatan prana ke banyak orang. Makanya, di saat kaleng Khong Guan banyak diomongin, Bernardus tak mau ambil pusing, dan memilih tetap berkeliling menemui orang-orang yang sakit.

Karena dengan begitu, orang yang diajarkan itu dapat mengajarkannya lagi ke orang-orang di sekitarnya.

“Pengobatan prana ini bukan pengobatan utama. Saya tetap menganjurkan pasien saya untuk terlebih dulu berobat ke dokter. Baru setelah itu dibantu dengan pengobatan prana,” kata Bernardus.

“Karena begini, ada banyak faktor mengapa penyakit seseorang tidak bisa disembuhkan. Salah satunya tentang penerimaan ke diri sendiri,” kata dia melanjutkan.

Bernardus agak kesulitan untuk menjelaskan lebih detail mengenai pengobatan prana ini. Dia pun memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat langsung. Sebab, butuh “waktu” untuk memahami pengobatan ini.

“Di penyembuhan prana itu selalu urutannya ada tujuh butir yang harus dilakukan. Penyakit apa pun urutannya seperti itu. Tujuh butirnya apa saja, kalau belum belajar prana, bingung nanti menjelaskannya,” kata dia.

“Misal, pertama harus mengaktifkan telapak tangan. Kemudian, memeriksa dengan itu. Kira-kira di bagian mana tubuh yang perlu disembuhkan. Tangan kita ini seperti stetoskop, kita sendiri yang bisa merasakannya,” kata Bernardus.

Nantinya, setelah seseorang mendalami pengobatan ini, dia bisa hidup lebih tenang dan lebih bisa memaafkan diri sendiri.

“Makanya, sekarang ini saya lebih fokus ke prana. Kalau soal melukis, cukup kaleng Khong Guan itu saja. Sekarang kesempatan buat yang muda-muda, yang jauh lebih kreatif dari saya,” kata Bernardus.

 

liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *